Film superhero itu selalu menarik perhatian setiap orang. Apalagi kalau sudah dari kecil kita mengikuti ceritanya lewat komik atau versi animasinya. Salah satu film yang saya ikuti dari kecil lewat serial animasinya adalah X-Men.

Takjub aja gitu lihat orang punya kekuatan super yang bisa melakukan hal-hal mustahil. Dulu sih suka banget sama Storm yang punya kekuatan ngendaliin cuaca, tapi setelah nonton film terbarunya, X-Men Apocalypse, jadi kepincut sama kocaknya Quicksilver (Evan Peters).

Yap, film terbaru yang disutradarai sama Bryan Singer berhasil membangkitkan lagi kenangan masa kecil saya tentang para mutan yang super keren. Mulai dari idola jaman dulu, Storm sampai yang baru kenalan kayak Psylocke dan tentunya super villain di film ini Apocalypse.

Gara-gara Kepo, Hampir Aja Kiamat

Sekilas cerita ya, film X-Men Apocalypse ini mengisahkan tentang kembalinya mutan pertama di dunia yang bernama En Sabah Nur (Oscar Isaac). Mutan yang satu ini bisa dibilang dewanya para mutan karena memiliki kekuatan yang sangat kuat antara lain nggak bisa dilukai, telepati, mengendalikan benda-benda, otak yang super duper jenius, dan mungkin masih ada lagi yang belum saya sebutin.

Nah, kebangkitannya sih sebenarnya gara-gara ke-kepoan seorang agen CIA, Moira Mac Taggert (Rose Byrne), yang lagi menyelidiki keberadaan mutan di Kairo. Pas dia masuk ke sebuah terowongan, tiba-tiba sinar matahari menyinari piramid yang dulunya dipakai En Sabah Nur menukar tubuhnya dengan milik mutan lain yang lebih kuat.

Sejak itu bangkitlah En Sabah Nur dan mulai mengikut 4 Horsemen atau pengikutnya, yang salah satunya adalah si Storm (Alexandra Shipp). Sedangkan 3 lainnya adalah Psylocke (Olivia Munn), Archangel (Ben Hardy), dan musuh bebuyutan para X-Men, Magneto (Michael Fassbender).

Lalu dimulailah misi memberangus peradaban masa kini.
Tentunya para X-Men nggak tinggal diam dong. Digawangi oleh Mystique (Jennifer Lawrence) dan Prof. Xavier (James McAvoy) mereka menghalangi usaha En Sabah Nur atau Apocalypse untuk membuat apocalypse di dunia ini.

Drama Penuh Makna Dibalik Alur yang Lambat

Dibumbui adegan drama, X-Men Apocalypse ini menurut saya nggak jelek-jelek amat. Dengan detail, Bryan Singer menceritakan satu-persatu Horsemen yang direkrut sama Apocalypse. Begitu pula di kubu Prof. Xavier, masa muda Cyclops (Tye Sheridan) dan Jean Grey (Sophie Turner) juga ikut diceritakan di sini.
Seperti yang saya katakan di atas, film X-Men Apocalypse ini juga dibumbui drama.

Salah satu nya yaitu kematian anak dan istri Magneto. Di film ini, Magneto tinggal dengan identitas baru di Polandia. Namun, identitasnya tersebut akhirya terkuak setelah dia menolong salah satu rekan kerjanya luput dari kecelakaan kerja. Bukannya terima kasih yang dia dapat, malah ancaman dari lingkungannya. Sampai pada akhirnya anak dan istrinya menjadi korban. Nggak rela karena ditinggal anak istrinya, Magneto pun berniat membalas dendam kepada seluruh rekan kerjanya. Di saat itulah Apocalypse datang dan merekrutnya.

Yah, dibalik tingkah sesorang pasti ada yang menjadi penyebabnya. Seperti kisah si Magneto ini. Oh ya, pesan saya lagi, kalau nonton film ini jangan bosan ya. Kalau terlanjur bosan, semoga masih bisa terhibur sama visual efek dan music score nya yang juara. Alurnya memang lambat, tapi kalau bisa mengambil dari sudut pandang lain pasti menemukan ‘sesuatu’.

Selamat menonton! Ditunggu diskusinya 🙂

Advertisements